Kamis, 17 Januari 2019

Durasi Jalan Kaki Buat Kamu yang Turunin Berat Badan

Durasi Jalan Kaki Buat Kamu yang Turunin Berat Badan

Jalan kaki adalah jenis olahraga sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. Walau begitu, jika dilakukan dengan tepat, jalan kaki bisa membantu seseorang meraih bentuk tubuh ideal.

Tentunya tidak sembarang jalan kaki. Namun, kamu tidak perlu juga jalan kaki hingga berjam-jam jika ingin menurunkan berat badan.

Jadi, berapa durasi yang tepat?

Nicolette Amarillas, seorang corrective exercise specialist bersertifikasi ACE dan NASM menjelaskan, jalan kaki 30 menit atau lebih bisa menjadi target harianmu.

"Tubuh akan beradaptasi dengan jenis olahraga apapun. Jadi, tidak hanya durasi yang perlu diperhatikan melainkan rutinitas dan kontinuitasnya," kata Nicolette.

Jalan kaki beberapa kali dalam seminggu mungkin bisa memberikan hasil yang baik, namun Nicolette menganjurkan agar setiap orang berusaha jalan kaki setiap hari untuk hasil yang terbaik. Bahkan ketika kita masih menyesuaikan intensitasnya.

Jika targetmu adalah berat badan, kecepatan jalan kakimu harus terus berubah dan tidak diam pada satu kecepatan yang sama di 30 detik hingga semenit awal.

"Contohnya, dalam 30 detik awal kamu jalan kaki dengan kecepatan dimana kamu masih bisa ngobrol, lalu kemudian memercepat kecepatannya selama satu menit dan memvariasikan keduanya," kata Nicollete.

Kamu juga bisa memadukannya dengan target lain. Misalnya, pada hari senin mencoba jalan kaki menanjak dan Selasa untuk speed walking.

Pola ini akan membuatmu patuh mengikuti sebuah perencanaan. Jangan khawatir jika kamu perlu menurunkan intensitas atau beristirahat pada hari tertentu jika tubuhmu sedang membutuhkannya.

Apakah Sudah Move on Dari Mantan Meski Sudah Punya Pacar Baru?

Apakah Sudah Move on Dari Mantan Meski Sudah Punya Pacar Baru?

Setiap orang mengalami proses yang berbeda untuk "sembuh" dari patah hati.

Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang berbeda pula bagi setiap orang untuk siap move on, dan membuka hati kembali untuk orang baru.

Jadi, tak ada yang mampu menentukan batasan waktunya.

Ini memang hal yang wajar, apalagi jika momen putus cinta itu baru saja terjadi.

Sebagian dari kita mungkin tak bisa menerima kenyataan jika orang yang dulu mengisi hati tak lagi menemani.

Bahkan, kita kerap berpikir untuk menyusun rencana agar sang mantan kembali ke dalam pelukan.

Menurut ahli terapi kencan, Dr Fary brown, saat seseorang menerima kenyataan hubungan asmaranya telah berakhir, itu adalah salah satu indikasi jika dia sudah siap untuk move on.

Setelah orang itu memahami kenyataan tersebut, dia lalu bisa berdamai dengan keadaan dan berhenti untuk memikirkan, atau melakukan suatu hal agar sang mantan kembali ke pelukan.

Dia bisa fokus untuk melakukan hal lain, termasuk membuka hati.

Ada tanda lain yang menunjukan kesiapan diri seseorang untuk move on.

Pada awal-awal momen putus cinta, hal yang wajar jika pikiran terpaku pada mantan atau hubungan sebelumnya. Namun, pikiran itu lambat laun akan menghilang.

Menurut Borwn, orang yang patah hati itu akan mulai berpikir lebih banyak tentang kehidupan diri sendiri, tanpa bayang-bayang mantan kekasih.

"Muncul harapan bahwa memang ada kehidupan lebih baik setelah berpisah," ucapnya.

Jadi, jika seseorang bersemangat melakukan perjalanan dengan teman baru, memikirkan langkah untuk peningkatan karir, atau menghabiskan waktu untuk mencoba hobi baru, itu bisa menunjukkan bahwa dia siap move on.

Selain itu, jika dia merasa telah mendapatkan perspektif baru tentang perpisahan yang dialami, itu bisa berarti dia pun sudah mampu mengatasinya.

"Kamu mengerti mengapa segala sesuatunya tidak berhasil, dan kamu siap untuk kembali bersosialisasi," kata Brown.

Namun, perlu diingat, siap move on tidak selalu menandakan kesiapan diri untuk mencari pasangan baru.

Bertentangan dengan kepercayaan populer, kembali berkencan dengan orang baru bukan berarti kita sudah siap move on.

Memang menjadi hak orang yang sembuh dari patah hati untuk kembali mencari pasangan baru. Tetapi, hal itu tak ada kaitannya dengan kesiapan diri untuk bangkit dari patah hati.

Namun, jika memang terasa ada cukup waktu dan ruang, sejak putus cinta untuk memahami mengapa hubungan berakhir, itu adalah pertanda baik.

Mungkin sulit untuk mengetahuinya saat berada di masa-masa awal putus cinta, emosi yang kuat dapat mengaburkan penilaian dan kemampuan berpikir secara rasional.

Saat sudah siap untuk move on, maka "si patah hati" mungkin akan memiliki pandangan yang lebih seimbang tentang apa yang salah dalam hubungan sebelumnya.

Pemahaman itu akan sangat membantu saat menjalin hubungan baru.

Nah, jika memang rasa siap untuk move on sudah muncul, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menfasilitasi proses itu.

Pertama, Brown menyarankan untuk tidak mengikuti semua akun sosial media mantan kekasih.

Ada yang mungkin berpikir melihat unggahan mantan tidak akan memengaruhi, tetapi risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Melihat sekilas foto mantan dengan kekasih barunya, atau bahkan hanya melihat wajahnya, mungkin hanya meninggalkan rasa sakit mendalam.

Hal ini juga bisa merusak semua usaha untuk bangkit dari patah hati. Jadi, sebaiknya "bermain aman" daripada menyesal di kemudian hari.

Untuk mengisi waktu luang, Brown merekomendasikan untuk menghabiskan sebagian waktu bersama keluarga dan teman-teman yang mampu memberi dukungan.

Patah hati memang perlu pengalihan pikiran dari sakitnya putus cinta. Tapi, sesekali membicarakannya juga membantu untuk segera move on.

Brown juga menyarankan hal bermanfaat seperti mengikuti sesi yoga saat akhir pekan, menonton konser musik dengan teman, atau menikmati makanan favorit.

Ini adalah hal-hal yang akan mengingatkan bahwa berbahagia bisa dicapai meskipun tak lagi bersama si dia.

Selain itu,  Brown juga menyarankan untuk menuliskan perasaan pada buku atau kertas karena ini sangat membantu untuk melupakan masa lalu.

"Fokus tidak hanya pada apa yang tidak berfungsi, tetapi juga apa yang kita inginkan dalam hubungan di masa depan, di mana segala sesuatunya bekerja lebih ideal," kata dia.

Menurut dia, memiliki visi positif untuk masa depan sangat membantu untuk mewujudkannya.

Brown menekankan pentingnya mencintai diri sendiri. Ia menyarankan untuk meluangkan waktu yang membuat bahagia.

Misalnya, bersepeda, memasak, memanjakan diri dengan spa, atau berkumpul dengan sahabat.

Jika butuh waktu lama untuk melupakan mantan kekasih, Brown menyarankan untuk berkonsultasi dengan seorang terapis yang dapat membantu menavigasi kesedihan.

Tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk move on, harus disadari semua ini bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.