Jumat, 26 Oktober 2018

Sejarah Dibalik Museum Louvre Buat Yang Belum tau

Sejarah Dibalik Museum Louvre Buat Yang Belum tau

Siapa tak kenal Museum Louvre di Paris, Perancis? Sebagai salah satu destinasi wisata di Perancis, museum ini juga merupakan bagian dari karya seni.

Salah satu yang mencolok adalah piramida kaca di pintu masuknya. Struktur yang dibangun pada 1985 ini mencakup kaca dan baja setinggi 21 meter.

Pada awalnya, banyak warga Paris yang menyangsikan pembangunan struktur ini. Mereka mempertanyakan mengapa harus mengambil bentuk piramida.

Banyak orang yang menganggap piramida mengingatkan akan Mesir.

Sebelumnya, museum ini tak pernah direnovasi selama beberapa dekade. Bangunan museum hanya dapat menampung pengunjung dalam jumlah terbatas.

Hal ini diperparah dengan kondisi lalu lintas serta polusi yang mengganggu pengunjung saat memasuki gedung.

Untuk itu, Presiden Perancis kala itu, Francois Mitterand mengumumkan akan meluncurkan proyek untuk merestorasi Louvre.

Museum yang awalnya merupakan istana ini kemudian direnovasi, termasuk menambahkan struktur kaca berbentuk piramida di halaman depannya.
Untuk mengembangkan proyek ini, Mitterand menggandeng arsitek I.M Pei yang sebelumnya dikenal dengan karya National Gallery Washington dan Fine Arts Museum di Boston.

"Kami ingin memberikan Louvre pusat baru," ujar sang arsitek kala itu.

"Sebuah ruang penerimaan, area yang luas dengan cahaya," lanjutnya.

Namun Pei saat itu belum menyimpulkan akan membuat struktur berbentuk piramida. Pada awalnya dia mengatakan akan membuat gedung dengan bentuk kubah atau kubus yang memanjakan mata.

Pada akhirnya, dari beberapa bentuk yang diusulkan dipilihlah model piramida. Struktur ini kemudian diputuskan menjadi salah satu pintu masuk ke dalam museum.

Dalam rancangannya, Pei melengkapi struktur museum dengan 70 buah segitiga dan 603 kaca berbentuk berlian.
Satu per satu seluruh struktur tersebut disusun bersamaan dengan 86.100 kilogram baja dan 95.200 pelat alumunium.

Untuk membangun struktur ini, Pei membutuhkan waktu dua tahun lamanya. Namun ternyata, proyek renovasi ini berjalan lebih luas.

Tak hanya membangun struktur untuk memperkenalkan museum baru, seluruh bangunan museum lama juga direnovasi.

Hal ini membuat Pei harus membangun beberapa bangunan tambahan di sisi lain gedung.

Saat ini, Museum Louvre merupakan satu-satunya museum dengan karya seni yang menjadi pintu masuknya.

Kamis, 11 Oktober 2018

Berniat Untuk Menabung? Ini Beberapa Triknya

Berniat Untuk Menabung? Ini Beberapa Triknya

Berhemat adalah salah satu skill manajemen finansial. Layaknya keterampilan pada umumnya, berhemat juga membutuhkan latihan.

Sama seperti berenang atau bersepeda, berhemat pun sebaiknya dilatih dari usia dini. Khususnya ketika secara psikologis anak masih cepat tanggap terhadap hal baru dan belum banyak distraksi.

Sangat disayangkan tidak semua orang mendapatkan pendidikan finansial sejak kecil. Akibatnya, sering kali kesadaran untuk berhemat baru muncul ketika seseorang mulai bekerja dan mencari uang sendiri. Biasanya di usia yang tidak lagi muda.

Tapi jangan khawatir, Anda belum terlambat. Ada tips dan trik yang bisa digunakan untuk melatih pikiran dalam berhemat. Berikut 7 trik behemat secara psikologis seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Mulai Tabungan Berjangka
Apakah Anda termasuk orang yang sulit menabung? Anda bisa mencoba dengan tabungan berjangka sebagai solusinya.

Setiap bulan tabungan ini melakukan auto-debet dari rekening Anda dalam jumlah yang telah ditentukan di awal. Kemudian tabungan ini baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu, biasanya ada pilihan mulai dari 1 tahun hingga 20 tahun.

Nah, tanpa terasa Anda sudah menabung untuk masa depan. Mudah bukan? Tanpa disadari, Anda sudah punya jaminan di masa depan.

Tentu saja, hal ini akan menciptakan rasa aman dalam hidup. Seseorang dengan rasa aman pun biasanya terhindar dari keputusan finansial yang impulsif nan gegabah.

2. Bayar secara Kontan
Ketika ingin membeli sesuatu, lebih baik mengumpulkan uang hingga Anda bisa membayarnya secara kontan. Mencicil pembelian atau menggunakan kartu kredit berarti Anda harus menanggung bunga, biaya admin dan pengeluaran tambahan lainnya.

Selain itu, kebiasan kredit ini membuat Anda terbiasa meraih sesuatu dengan instan. Sehingga, barang yang Anda beli bisa jadi berakhir taken for granted. Sebaliknya, jika Anda menabung terlebih dahulu untuk meraih sesuatu, Anda jadi bisa lebih menghargainya.

Namun, bukan berarti membeli sesuatu secara kredit itu tidak akan menguntungkan Anda sama sekali. Jika memang barang yang akan dibeli sifatnya mendesak, maka tak ada salahnya memanfaatkan kartu kredit dengan sistem cicilan 0%.

3. Tunda Pembelian yang Tidak Mendesak
Ingin beli sepatu keluaran terbaru? Ingin upgrade ponsel karena sudah bosan? Atau ingin jalan-jalan ke luar kota?

Ingin ini-itu sebenarnya wajar saja karena sebagai manusia kita memang tidak ada puasnya. Akan selalu ada hal baru yang diinginkan.

Tapi yang bahaya adalah jika Anda kebetulan merasa mampu, lalu Anda membeli barang tersebut saat itu juga. Hal ini yang biasa disebut pengeluaran impulsif.

Baiknya masukkan dahulu di wishlist dan berikan diri Anda beberapa minggu untuk berpikir. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai Anda dan terus tergoda berbelanja.

4. Buatlah Tabungan Darurat
Meskipun sudah memiliki asuransi, Anda tetap harus menyisihkan uang untuk keadaan darurat. Sisakan uang misalnya Rp100 ribu per bulan, jika dana darurat itu tak terpakai karena memang tidak ada sesuatu yang mendesak, maka dalam setahun Anda punya Rp1,2 juta.

Tabungan dana darurat ini cukup lumayan ketika menghadapi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan dan tidak terpikirkan. Dana darurat bisa dikumpulkan dalam kotak celengan.

5. Bandingkan Harga dengan Penghasilan
Apakah Anda tahu jumlah penghasilan Anda per hatinya? Sebagai contoh, Anda karyawan dengan gaji sebulan Rp5 juta, maka penghasilan per hari Anda adalah Rp5 juta dibagi 20 hari kerja, yaitu Rp250 ribu.

Nah, gunakan hitung-hitungan penghasilan Anda per hari itu setiap kali akan mengeluarkan uang. Misalnya Anda ingin membeli sepatu seharga Rp400 ribu, maka bayangkan berapa lama Anda harus bekerja untuk mendapatkan sepatu itu.

Metode ini juga berguna untuk mengetahui gaya hidup seperti apa yang pas dengan penghasilan Anda tersebut. Karena Anda bisa mengukur kemampuan antara penghasilan dengan pengeluaran.

6. Waktu vs Uang
Sadari bahwa Anda tidak bisa mendapatkan uang dan waktu secara bersamaan. Salah satunya pasti akan dikorbankan.

Jika Anda ingin uang, kemungkinan akan kehilangan waktu. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada benar atau salah dalam kasus ini. Terkadang Anda hanya perlu memilih sesuai konteks dan keadaan.

Misal, Anda dihadapi dua pilihan yaitu pulang naik bus atau naik taksi. Tarif bus adalah Rp5 ribu dan membutuhkan 1,5 jam. Sedangkan tarif taksi Rp50ribu dan hanya membutuhkan 30 menit.

Kedua pilihan ada plus-minusnya. Mana yang mau dikorbankan, uang atau waktu? Jadi, bijaklah dalam memilih dan menentukan.

7. Menghargai Diri Sendiri
Berhemat bukan berarti tidak menikmati hidup. Berhemat artinya menghargai hasil kerja keras diri dengan cara menggunakan hasil secara bijak.

Tanamkan dalam diri bahwa berhemat adalah cara Anda menyayangi diri sendiri. Anda pasti ingin bisa diandalkan oleh keluarga dan orang-orang terdekat, bukan?

Seperti memberikan hadiah yang berharga untuk pasangan, atau membantu orang yang membutuhkan. Itu semua hanya bisa Anda lakukan jika memiliki kekuatan finansial.

Kuncinya Ada pada Latihan

Tidak ada lagi yang lebih berpengaruh dari kekuatan pikiran. Semakin sering Anda melatih diri dengan tujuh trik tersebut, maka Anda akan terbiasa untuk berhemat. Seperti bersepeda, mungkin butuh beberapa bulan serta tekad yang kuat, hingga Anda menemukan keseimbangan dan bisa meluncur dengan mindset berhemat ini.

Teruslah berlatih setiap bulannya hingga berhemat menjadi skill Anda.