Rabu, 11 April 2018

Aroma Teh Dicampur Dengan Makanan Seperti Apa Rasanya?

Aroma Teh Dicampur Dengan Makanan Seperti Apa Rasanya?

Minum teh merupakan salah satu kebiasaan sebagian orang Indonesia. Ada banyak alasan teh menjadi pilihan, mulai dari aroma hingga rasa khas.

Teh, selain diminum, juga punya banyak cara untuk dinikmati, satu di antaranya adalah menjadi satu dengan makanan.

Nah, Mockingbird, restoran casual fine dining, mengambil konsep tersebut untuk menu terbaru.

Diberi nama Tea Infused Menu, set tersebut menyajikan makanan yang dimasukan teh sebagai rasa tambahan.

Adapun untuk teh, Mockingbird kolaborasi dengan TWG Tea, merek asal Singapura yang punya reputasi harum dalam industri teh.

Kompas.com mendapat kesempatan kali pertama mencicipi set menu yang terdiri dari appetizer, main course dan dessert tersebut. Masing-masing menu memiliki cita rasa sendiri, termasuk pilihan teh yang dimasukkan.

Pada hidangan pembuka, misalnya, yang tersaji adalah campuran moroccan mint tea yang memiliki dasar green tea, dengan flamed salmon salad, plus lemon dressing.

Rasa yang tersaji cukup segar, terutama dengan tambahan moroccan mint tea untuk teman minum. Sebagai appetizer, menu kombinasi ini siap menggugah untuk hidangan utama.

Untuk main course, Mockingbird menyajikan steik tenderloin dengan kombinasi pilaf rice dan sauted vegetables. Kali ini, untuk infused tea, restoran dari grup Bhadranaya tersebut memilih dua teh--chamomile tea dan 1837 black tea.

Chamomile tea yang memiliki ciri khas aroma lembut dan manis ini khusus untuk marinade daging. Proses tersebut dilakukan selama 24 jam, namun dengan kadar chamomile secukupnya.

"Tujuannya untuk memunculkan sedikit aroma dan rasa chamomile," kata Agung, chef Mockingbird di sela-sela media luncheon, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Salah satu yang juga menyita perhatian adalalah pilaf rice yang dipadukan dengan 1837 black tea. Karakter berries dan caramel boleh dibilang keluar ketika memenuhi rongga mulut.

Paduan main course ini kian ciamik dengan chamomile tea yang menjadi pendamping untuk minum. Aromatik khas chamomile menetralisir hidangan utama yang sedikit berat.

Terakhir, appetizer berupa kombinasi vanilla ice cream dan crepe menjadikan penutup pas. Terlebih, saus dari vanilla bourbon yang memang menyeimbangkan rasa manis.

Vanilla bourbon kali ini adalah campuran red tea dari south africa plus kombinasi sweet vanilla.

Founder Mockingbird, Wynda Mardio, mengungkapkan, set menu fine dining dengan cita rasa teh ini adalah sebuah hal langka.

Baginya, menemukan resep tersebut adalah langkah untuk memperkaya khazanah menu Mockingbird.

Oleh karena itu, Wynda tak mau main-main memilih teh yang memang akan menjadi pelengkap set menu favorit.

"Teh-teh yang dipilih bukan lah teh biasa, masing-masing punya cita rasa khas, sehingga pelanggan bisa menikmati cita rasa teh beragam pada menu kami," kata Wynda.

Jangan takut, set menu yang tersaji memiliki harga terjangkau. Jika ingin paket lengkap--appetizer, main course dan dessert--kamu cukup mengeluarkan Rp 252.000, plus kamu sudah mendapatkan minuman teh untuk pairing di setiap menu.