Sabtu, 24 Maret 2018

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Meminum Soda

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Meminum Soda

Mengonsumsi sekaleng soda dingin di tengah teriknya cuaca memang sangat menyegarkan.

Sayangnya, kandungan gula di dalam soda sangat mempengaruhi tubuh. Minuman bersoda sangat mengganggu sistem dalam tubuh.

Oleh karena itu, tetap memerlukan air putih untuk menghidrasi tubuh.

Dalam 10-15 menit usai meneguk soda, usus menyalurkan kandungan gula dalam soda ke darah dan meningkatkan kadar glukosa atau gula darah.

Glukosa yang dialirkan dalam darah dapat membuat tubuh bekerja secara berlebihan untuk memprosesnya.

Pangkreas mengeluarkan insulin untuk mengangkut gula (yang merupakan karbohidrat) ke otot untuk energi.

Tapi, soda mengandung gula yang sangat tinggi dan melebihi asupan gula yang dibutuhkan oleh otot.

"Ketika seseorang meminum soda 20 ons, mereka mendapatkan seluruh asupan karbohidrat melalui cairan," ucap Meltem Zeytinoglu, ahli endrokrinologi.

Dalam kebanyakan kasus, kata Zeytinoglu, soda diteguk bersama makanan lain. Jadi, karbohidrat tambahan perlu diproses.

Gula tambahan ini, alih-alih disimpan dalam jaringan otot, akan dikonversi menjadi lemak di hati.

Baca juga: Simak, 9 Alasan Sehat untuk Berhenti Minum Soda

Ginjal juga ikut berperan dengan membantu membuang kelebihan gula melalui urin. Itu berarti tubuh kita kehilangan air.

Jika dikombinasikan dengan efek diuretik dari kafein dalam soda, ini akan meningkatkan risiko dehidrasi.

"Gula dan kafein dalam soda adalah kombinasi yang tidak sehat," kata Zeytinoglu.

Riset dari Princeton University juga membuktikan efek lain dari soda. Riset dilakukan dengan menggunakan tikus yang diberi cairan manis saat lapar.

Hasilnya, otak tikus melepaskan dopamin, zat kimia yang memicu motivasi dan penghargaan.

Ini respons yang mirip dengan apa yang terjadi ketika tikus diberikan kokain atau heroin.

Selain itu, riset dari National Institutes of Health membuktikan, gula juga bisa membuat ketagihan dibandingkan kokain.

Menurut peneliti, ini terjadi karena kita telah berevolusi sebagai spesies untuk secara naluriah menghargai makanan cepat, tinggi karbohidrat, tinggi kalori.

Kabar baiknya, kita tak perlu menghentikan sepenuhnya konsumsi soda ini.

“Yang paling penting untuk diingat adalah pengontrolan porsi itu penting,” kata Cordialis Msora-Kasago, ahli gizi.

Menurut dia, sesekali minum soda tidak akan berdampak signifikan pada kesehatan.

Namun, jika kita sering mengonsumsinya, inilah yang menimbulkan masalah bagi kesehatan.

Sebaiknya, kita mengganti soda dengan minuman tanpa kalori seperti teh, air putih, dan infused water.

0 komentar:

Posting Komentar